Rabu, 22 Mei 2024

Pertanyaan mengapa kita tak merasa tenang..

Adakalanya bukan rezeki Allah yang tertutup namun hati kita yang tak merasakannya, bukan nikmat Allah yang terputus, namun kita yang mengkufurinya, bukan juga karunia Allah yang tak sampai, tapi kita yang mendustakannya

Kegelisahan serta keresahan yang terus berkumpul itu berasal dari hati yang buruk, hati yang tak kondusif, hati yang mendustakan karunia, mengkufuri nikmat, dan mengabaikan hidayah

Akan terus merasa sesak dada orang-orang yang tak melepaskan diri dari perkara buruk, sedang hidayah terus berlimpah ruah namun diri tak kunjung mendapatkannya…


Begitulah hati yang sempit lagi sesak

Minggu, 12 Mei 2024

--
Bukankah bersabar ataupun bersyukur, keduanya membuahkan pahala?
lalu apa yang membuat kita teramat sering cemas, takut, hingga ragu ?

Bukankah pada setiap takdir yang Allah takdirkan semuanya sangatlah indah?
karena kaedah menghadapinya pun sudah Allah beri tahu kepada hambanya
" Ikhtiar dan tawakkal" adalah proses menjemput takdir, 
sedangkan "syukur dan sabar" adalah cara menghadapi takdir,
bahkan.. ketika semuanya kita lakukan akan membuahkan pahala serta kecintaan pada sang Pencipta

Bukankah sungguh manis apa-apa yang Allah ciptakkan dan Allah rencanakan untuk kita?
maka dengan alasan apalagi kita teramat ingin menyalahkan pencipta?, dengan alasan apalagi kita ingin mengadili sang Maha Adil, sedangkan pengadilan teradil addalah milikNya

Senin, 06 Mei 2024

Mitsaqan ghalizha

--
di dalam Al-Qur'an disebutkan 3 kali "Mitsaqan ghalizha"
yang bermakna perjanjian berat, hal ini menandakan bahwa kata-kata ini tidak dipakai pada sembarang tempat dan sembarang kondisi, hal ini digunakan untuk sesuatu yang berat dan sakral
1. Perjanjian antara Allah dengan para Rasul agar para Rasul teguh mengemban risalah Allah apapun yang terjadi, meski terdapat banyak penolakan, rintangan dan halangan, baik dari umat, penguasa dan keluarga sendiri
2. Perjanjian antara Allah dan Bani Israil : Hingga Ia angkat gunung Tursina diatas kepala mereka: bayangkan betapa seriusnya hal ini, dan betapa beratnya perjanjian ini
3. Perjanjian pernikahan atau yang kita tahu "Akad Nikah", perjanjian bukan hanya antara manusia, bukan hanya antara wali perempuan dan laki-laki, bukan hanya antara calon istri dan calon suami, perjanjian ini adalah perjanjian manusia terhadap sang Pencipta Allah SWT, maka Allah menyaksikan perjanjiad akad itu, Allah mengambil janji dari sepasang suami istri dalam ikatan pernikahan, maka perjanjian itu juga disebut "Mitsaqan ghalizha"


Senin, 29 April 2024

Pada hari dimana kita ingin kembali


Untuk masa-masa dengan girah yang menggebu-gebu

Pada waktu yang tiap dentuman detik helaan nafasnya berfikir untuk terus bersemangat

Pada teman juang yang semangatnya lelahnya punya frekuensi yang sama

Pada tiap tangis dengan kadar secukupnya, tiap kecewa dengan batas seadanya

Teruntuk moment yang selalu ingin terus dikenang, tak ingin lupa, tak akan lupa, bermunajat do untuk terulang, secercah harap agar kembali bersama, lantunan doa dalam gelapnya sepertiga

Bukankah kita sama-sama merindu?

Rabu, 24 April 2024

Hal yang kita tunggu dan menunggu kita

​di dunia ini ada hal-hal yang kita tunggu dan hal-hal yang menunggu kita

Pada dua perkara ini yang paling membuat kita cemas dan fokus adalah hal-hal yang kita tunggu, teruntuk hal-hal yang kita tunggu ini biasanya adalah harapan serta impian, hal baik yang biasanya kita nanti dan kita harapkan, entah itu rezeki, berita baik, dan lainnya

Sedangkan hal-hal yang menunggu kita ini banyak sekali ada hal baik dan ada takdir buruk, dan untuk perkra ini ada hal yang sudah sangat pasti penantian nya, sudah sangat pasti datangnya dan inilah hal yang menunggu kita, itulah “kematian”, kematian adalah suatu ketetapan pasti yang menunggu kita

Untuk dua perkara ini kita sering terfokus pada apa apa yang kita tunggu dan kita harapkan, kita sibuk mempersiapkannya, kita mencari informasi tentangnya, karna hal itu sangat kita tunggu dan kita nanti, fokus kita, cemas kita, perhatian kita semuanya menuju pada hal itu, padahal sebenarnya ketika kita sudah mengetahui, ada hal besar yang harus kita persiapkan, kita seharusnya lebih mencemaskan sesuatu yang menunggu kita, kita harus bersiap dan menyiapkan diri, agar pertemuan dengannya adalah pertemuan yang indah dan dalam kondisi terbaik yaitu kematian …


Setelah mengetahui ini kita akan lebih mengerti bahwa persiapan terbaik adalah persiapan menuju pencipta


Kamis, 28 Maret 2024

Kerasnya usaha

​di malam-malam sunyi perjuangan, hanya kita yang mengetahui seberapa dekat kita kepada Allah, seberapa besar harap kita, dan seberapa keras usaha kita

Pada pertengahan bulan yang menguras tenaga, saat barisan qiyamullail sudah berkurang, tilawah sudah mulai menyedikit, orang-orang sudah sibuk pada penyambutan hari raya dan pernak-perniknya, maka hanya diri ini yang mengetahui bagaimana harusnya sikap perjuangan ibadah, apakah ikut melemah, apakah ikut terbawa, apakah sudah mulai menyerah pada usaha-usaha ibadah, benar-benar hanya diri yang mengetahui harus bagaimana..

Pada kondisi seperti ini, memang benar cobaan akan kenikmatan sudah mulai berdatangan, jika kita goyah maka kita akan tumbang, padahal malam mulia akan segera datang, ini baru 10 kedua bulan ramadhan, jika di 10 kedua ini saja kita sudah seperti ini, bagaimana dengan 10 ketiga yang mulia nanti..

Maka, marilah kita bersama berjuang, mari sama sama terus menikmati kelelahan-kelelahan dalam perjuangan ibadah ini, mungkin tilawah kita sudah mulai berkurang karna rasa kantuk hingga ayat-ayat terasa berterbangan dan mengambang, mungkin kita tak terbangun lagi pada sepertiga malam karna letihnya hari dan padatnya aktivitas kita hingga melewatkan tahajud dan rangkaian shalat malam, mungkin sedekah kita sudah sangat sulit karna menipisnya harta kita atau alokasi dana untuk hal lainnya, dan cobaan kesulitan lainnya

Namun.. bukankah sangat nikmat kelelahan ini?

Dalam tiap ayat yang kamu perjuangkan untuk dibaca, tiap surah yang terlewati, tiap lembar juz yang berharga, ada pahala besar didalamnya, tiap harta yang kamu sedekahkan dengan perjuangan maka balasannya pahala, dan semua ini Allah balas berlipat-lipat, semakin besar tantangannya, percayalah Allah akan balas dengan balasan terbaik pula, ingatkah kita “ketika kita berjalan menuju Allah, Maka Allah akan berlari menghampiri kita” bayangkan jikapun kita tertatih sambil terseok-seok menuju Allah, Allah akan tetap menyambut kita lebih dari apa yang kita usahakan

Sungguh tak akan ada yang sia-sia

Maka jangan sesekali kita menyia-nyia kan kesempatan mulia ini, jangan sampai lengah, jangan sampai merelakan ramadhan melewati kita tanpa apa-apa


H- sepersekian lailatul qadr

Rabu, 27 Maret 2024

Ibadah terpanjang

​Ya Allah teruntuk ibadah terpanjang nantinya, sungguh aku sudah mempersiapkanya, maka bantu aku menjalankannya hanya karena Mu Ya Allah, yang perkara itu akan membuatku dekat padaMu, semakin tinggi syukurku, dan semakin dalam taat ku 

Terfokus pada Sang Pencipta

Pada hal-hal yang diluar kuasa kita sebagai manusia itu jalan satu-satunya memang hanya bergantung ke

Allah saja


Pada hal yang tidak bisa kita atur, atau diluar pengaturan kita sebagai manusia, memang berserah adalah hal paling menenangkan


Dibalik kecemasan dan ketakutan kita sebagai manusia, memang mendekat pada Sang Pencipta adalah jalan terbaik yang bisa di tempuh


Pada setiap do’a hasil dari menyerah dan berserah adalah pengakuan terhadap kelemahan yang masih ada pada diri, Oh Allah bantu hamba terhadap hal yang dicemaskan yang diluar kendali itu


Biarkan hamba hanya bergantung dan terfokus padaMu 

Karna hamba ter-amat tau dengan iman yang baik lah semua perkara ini terkecilkan



Selasa, 05 Maret 2024

Zaid bin Amru bin Nufail

--

Seseorang pada masa jahiliyah, sosok pemuda yang ketika itu banyak sekali kaumnya yang menyembah berhala namun ia tetap bertahan untuk meyakini Allah saja

Beliaulah sosok pemuda yang belum datang kepadanya seorang Rasul yang mulia
Namun penantiannya tak habis-habisnya
Ia sangat menantikan bagaimana ajaran Allah yang murni dan mulia yang dahulunya dibawa oleh sosok mulia yaitu Inrahim dan juga Ismail

Dengan menjadi minoritas di antara penyembah berhala zaid terus memurnikan ajaran ibrahim, ia hanya mempercayai tuhan yang maha esa yaitu Allah SWT

Zaid sangat merindukan ajaran nabi ibrahim yang murni, ia merindukan bagaimna menyembah Allah yang Maha kuasa, namun ia menangis sambil meratap karna ia sendiri tidak mengetahu bagaimana dan seperti apa ajaran nabi ibrahim itu, ia tidak tau bagaimana cara menyembah Allah dengan benar, karna ajaran yang benar itu sudah terkikis oleh zaman dan dimiringkan oleh kesesatan

Bahkan dalam kata2 nya zaib pernah mengatakan 
“ Ya Allah seandainya aku mengetahui wajah yang paling Engkau sukai, pasti aku menyembahnya, Namun Ya Allah aku tidak mengetahuinya”
Beginilah rasa sesak didada zaid yang terus mencari kebenaran akan tuhan dan ajaran 

Sampai ia mendapatkan kabar bahwa akan datang seorang nabi yang membawa ajaran sebagaimana nani Ibrahim dan mereka telah dekat padanya dan seseorang itu lahir dari bangsa dan kampungnya zaid

Saat mendengar itu hati zaid berbunga2 dan sangat bahagia
Dengan semangat zaid kembali berjalan ke kampungnya dan bertekad menunggu sang Rasul dan akan melayani serta menjaga Rasul yang akan datang itu, dengan semangat yang bergelora dan hati yang di liputi kerinduan serta Iman, Zaid terus melangkah mencari kebenaran

Sampai pada hari zaid terbunuh tanpa diketahui alasannya dan pada hari belum datangnya sang Rasul…
Zait telah tiada
Zaid telah pergi
Tanpa sempat menemui sang Rasul, tak sempat membela dan mempelajari bagaimana penyembahan yang murni itu

Zaid pergi dengan kerinduan yang mendalam, dengan tauhid yang teramat kuat, dan yakinlah Allah tak akan pernah menyia2kan hamba yang sangat mencintaiNya

Sampailah pada masa Sang Rasul itu hadir detengah ummat dan Rasullah berkata
“ sungguh Zaid bin Amru bin Nufail adalah salah satu ummatku”

Senin, 04 Maret 2024

Tidak berhenti = Menang

--
Tidak berhenti berjuang itu juga termasuk kemenangan...

sudah lebih 3 bulan rasanya berita Palestina dan gaza lewat di beranda, sosial media, X dan pemberitaan media massa lainnya, mulai dari akun sosmed pribadi, yang sudah centang biru, akun content creator yang memiliki banyak followers, televisi nasional ataupun internasional, seluruh dunia memberitakan dan mengabarkan tentang kondisi gaza setiap harinya

ada yang terus menangis karna merasa bersalah, ada pula yang sudah lelah dan menutup mata serta telinga
ada yang bersemangat dan konsisten dalam boikot, namun adaa pula yang sudah mengabaikannya
sudah lebih 3 bulan...
bagi sebagian orang berita gaza ini sudah membosankan
sudah tak hipe lagi
atau mungkin sudah biasa saja ?
Astaghfirullah 

beginilah kondisi dunia hari ini
gaza terus menangir namun kita masih bisa tersenyum bahagia
gaza terus kehilangan nyawa
gaza terus terusir
gaza terus tergenang lautan darah para syuhada

sebagian orang mengatakaan "menyerah saja" atau "sudahlahh" atau "pindah saja"
sangat bisa dimengerti ucapan itu terlontar karna lelahnya melihat kondisi gaza, atau rasa kasian kita terhadap sesama manusia..

namun..
rakyat gaza terhina jika kata menyerah sudahlah itu didengar oleh mereka
kata itu seakan mengibarkan bendera kekalahan..
memang benar.. mungkin ketika mengalah dan menyerah nyawa anak2 gaza tak sebanyak ini yang melayang, rumah mereka tak akan sehancur ini, mereka mungkin masih bisa bersekolah, ataupun lainnya, namun bukan ini yang mereka inginkan..

dalam kondisi hari ini pun GAZA sudah mendapatkaan kemenangan dihadapan Allah
terus berjuang adalah kemenangan
tidak berhenti adalah kemenangan
tidak menyerah dan mengalah adalah kemenangan
pada hari-hari mendekati Ramadhan ini ummat muslim berlomba-lomba dalam meraih kemenangan
semoga kita semua bisa mendapatkannya
dan lagii, jangan minta gaza menyerah
namun mintalah agar gaza palestina menang baik di dunia ataupun akhirat

semoga kita semua bisa menemui Ramadhan dengan segala kemuliaannya..

Sabtu, 02 Maret 2024


-- beberapa serba-serbi dokumentasi nikahan naj
karna hobbi baca-baca note pribadi, barusan nemu ini wkwkwkkw

how i love this person :)

Kehilangan Kontrol Sosial

--
Meringkas cerita dalam beberapa hari berpisah

memeang benar ternyata bersama akan lebih kuat
dan sendiri akan terombang ambing..
begitulah ketika gajah sendiri akan merasa kecil'dan semut yang bergerombolan akan merasa besar, kuat dan bertekad tinggi

begitulah perumpamaan berjamaah

dalam beberpa minggu ini, jujur benar-benar menyadari kelemahan dalam diri ini
berkali-kali rasa futur menyelimuti hati
berkali-kali bangkin dan jatuh
berkali-kali merasa jauh dan berlari untuk mendekat
begitulah suasana hati, jiwa, dan juga iman beberpa minggu ini

bukan
bukannya saaat bersama tidak adda kefuturan, namun kefuturan itu terasa singkat tak berlarut tak berlama-lama menetap padda diri, karna suhu jamaah dengan cepat menarik agar iman kokoh kembali

benar
memang benar nassehat dari para senior beberapa bulan sebelum perpisahan
"Yang sangat berharga hilang ketika berpisah dari jamaah salah satu nya adalah kontrol sosial"
benar, sangat benar hal ini dirasakan " KONTROL SOSIAL" itu perlahan menghilang
hingga kontrol diri juga mulai berantakan
benar, memang benar harusnya tak boleh  bergantung pada oraang lain, namun hati, jiwa dan iman ini ternyata masih selemah ini, hingga masih membutuhkan hal tersebut

Ya Allah
berkali-kali amelambungkan do'a agar dikuatkan meski sendiri, agar kokoh meski sendiri, agar tetap militan meski sendiri, karna hamba sangat menyadari bahwa keteguhan hati itu sangatlah diperlukan, maka hamba terus memohon agar kuatkan hamba ditengah paddang pasir gersang, atau lembah hitam berasap, jadikanlah hamba tetap terang dan menerangi, hingga hamba sanggup menegakkan dakwah meski sulit, menegakkan dakwah meski sepi, meski tak diterima ,meski teman juang tidak ada atau belum ada..

layaknya nabi Musa, maka hamba memohon penolong dan juga pendamping dalam dakwah ini layaknya nabi Harun

Istajib du'a ana Ya Rabbi

Sabtu, 20 Januari 2024

Potensi soorang kader

--
Melihat potensi kader sebelum rekrutmen
agar pembinaan dan pengarahan sesuai dengan potensi yang kader miliki
pembagian tugas, pembebanan amanah adalah bentuk usaha pengikatan kader agar dapat ter upgrade dalam lingkungan pembinaan, agar bisa bertumbuh dalam alur pengkaderan

Sungguh para pemuda itu punya begitu banyak potensi besar dalam tiap diri
punya banyak potensi yang dapat dimanfaatkan dalam perjuangan dan jihad ini
pemanfaatan potensi ini merupakan bentuk pertolongan jamaah terhadap kader agar bisa terberdayakan segala kemampuan besar itu

Potensi ini bisa saja tenggelam atau bahkan musnah dari diri tiap pemuda jika tidak dimanfaatkan
potensi ini sangat tersia-sia kan jika tidak pada lingkungan pembinaan
maka pembinaan merupakan hal penting dalam pemberdayaan potensi, begitulah pola fikir kaderisator

Seorang kaderisator harus dapat melihat potensi-potensi ini
namun ada hal yang harus diingat, potensi ini harus diarahkan pada tempat yang benar, jangan sampai memanfaatkan secara membabi buta, tanpa memikirkan kondisi dan mental kader
pemanfaatan secara berlebihan bisa menimbulkan efek samping burn out pada kader
bahkan kader bisa beralih dan lari meninggalkan jamaah ini, begitulah pemahaman terhadaap pemanfaatan potensi.

Apresiasi bukan hal wajib namun patt untuk selalu dilakukan
kader kita juga manusia, kadder kita juga seorang hamba
maka upgrade harus diikuti dengan apresiasi
memang benar, perjuangan ini harusnya tanpa pamrih, namun untuk kader pemula kita harus memahami bahwa mereka masih membutuhkan pelindung untuk menyayangi mereka..
apresiasi kecil saja bisa meningkatkan girah mereka, membuat mereka lebih bersemangat, dan ada alasan untuk tidak menyerah, maka apresiasi lah kadder mu dengan tuluss, karna apresiasi juga termasuk pengikat

... Nanti kita lanjutkan, InsyaaAllah..
faa

Selasa, 16 Januari 2024

Sampai titik kecukupan...

ketika menemui kata cukup maka berhentilah 
Cukup !!
ini yang kamu cari...

Pemimpin Indonesia

--
--
Untuk Indonesia

Teruntuk Indonesia negara yang kucintai...
aku sangat menginginkan Indonesia ini menjadi negara yang lebih baik kedepannya
aku ingin Indonesia ini dibangun dari rasa perjuangan dari tiap masing-masing warganya
untuk menciptakan ini semua kita membutuhkan komando besar
kita membutuhkan nahkoda yang kuat
kita membutuhkan pemimpin terbaik..

Pemimpin terbaik ialah pemimpin yang menempatkan dirinya dibawah Sang Maha Kuasa
pemimpin yang mencintai Tuhannya
yang sangat mengenal Sang Pencipta
pemimpin seperti itulah yang dapat kita amanahkan negara Indonesia ini
pemimpin seperti itulah yang dapat kita percaya untuk mempimpin Indonesia

sebagaimana pidato abu bakar dikala terpilih menjadi khalifah:

"Wahai manusia! Aku telah diangkat untuk mengendalikan urusanmu, padahal aku bukanlah orang yang terbaik di antaramu. Maka jikalau aku dapat menunaikan tugasku dengan baik, bantulah (ikutlah) aku, tetapi jika aku berlaku salah, maka luruskanlah! Orang yang kamu anggap kuat, aku pandang lemah sampai aku dapat mengambil hak dari padanya. Sedangkan orang yang kamu lihat lemah, aku pandang kuat sampai aku dapat mengembalikan haknya kepadanya. Maka hendakklah kamu taat kepadaku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya, namun bila mana aku tiada mematuhi Allah dan Rasul-Nya, kamu tidak perlu mematuhiku. Berdirilah (untuk) shalat, semoga rahmat Allah meliputi kamu"

Beginilah pemimpin...
untuk itu..
wahai para pendukung paslon masing-masing
pilihlah pemimpin dengan kriteria Allah...
lalu aku berpesan untuk para pendukung yang mendukung pilihan yang sama dengan ku
kita harus menyadari bahwa kemenangan besar ini lahir dari kemenangan-kemenangan kecil yang kita ciptakan, Allah akan meridhai kemenangan besar itu kita dapatkan jika hanya kita memenangkan Allah pula, mari kita satukan semangat kita, mari kita bersihkan lagi diri serta jiwa kita. mari sama berusaha untuk menang lagi atas keimanan kita, hingga kemenangan besar itu bisa kita raih
Pemimpin itu membutuhkan pendukung yang hatinya juga terpaut baik terhadap Allah
calon pemimpin kita membutuhkan ikhtiar terbaik serta doa ikhlas dari kita
Mulailah dari sini, maka kemenangan besar itu sungguh sedikitlagi sampai kepada kita dan Agama ini..

Ya Allah sebagaimana Engkau memenangkan perang badar, perang khandak, dan peperangan lainnya maka menangkanlah kami pada pemilu kali ini, kami sungguh merindukan pemimpin selayaknya nabi dan khalifah, namun kami sungguh banyak keterbatasan untuk itu, pilihkanlah pemimpin terbaik diantara kami, dengan sebanyak-banyaknya kebaikan, dan sedikit-dikitnya keburukan..
Ridhai lah perjungan ini Ya Allah...

Kemenangan besar

--
Sejatinya kemenangan besar itu lahir dari kemenangan-kemenangan kecil
kemenangan kecil ini merupakan buah kemenangan dari masing-masing Individu
dari individu-individu itu pula lahir kemenangan dalam dirinya yang mana nantinya akan menyiapkan kemenangan besar..

Kemenangan besar itu merupakan hasil dari individu yang memenangkan Iman atas dirinya
diri ini menang melawan nafsu
diri ini menang dalam istiqamah beribadah
menang dalam menjaga sunnah
menang dari godaan riba, zina, dan dosa lainnya
begitulah kemenangan kecil ini lahir dari masing2 individu yang nantinya kemenangan inilah yang tersusun menjadi kemenangan besar..

jika kita lihat pada perang badar
dengan sedikitnya jumlahnya maka kemenangan itu bisa mereka dapatkan
kenapa ?
karna para pasukannya lahir dari kemenangan akan imannya
mereka menjaga Imannya seproduktif mungkin, mengkokohkan girahnya agar tetap membara, menguatkan ibadahnya, tilawah, tahajud, serta sunnah lainnya..
para pasukan itu sebegitunya menjaga agar kemenangan besar itu lahir dari kemenangan kecil yang mereka ciptakan..

begitu juga cerita dibalik penakhlukan konstantinopel..
cerita dibalik itu bukan kebetulan menang
namun mereka sudah sangat mempersiapkan kemenangan besar itu..
tentaranya bukan hanya dilatih bagaimana taktik perang, penggunaan senjata, dan cara melawan..
namun mereka semua di tarbiyah ruhnya sedemikian rupa
pasukan itu tersusun dari sang penghafal Al-Qur'an, ahli hadist, serta ulama besar..
pasukan itu dibekali ruh ruh kemenangan..
karna mereka menyadari untuk kemenangan besar mereka perlu mempersiapkan mulai dari hal terkecil...

begitulah kemenangan besar itu dapat diraih
Hingga Allah, melalui para malaikat-Nya, terlibat langsung dalam pertempuran besar itu.
Allah lah yang menambah kekuatan pasukan
karna kekuatan itu akan bertambah dengan keoptimisan serta keimanan
namun kelemahan serta keraguan akan menyedikitkan jumlah barisan dan penyebab kekalahan..

Mencari Alasan

--
Moment paling tepat untuk berpisah itu sebenarnya tidaklah ada...

2 3 4 5 bulan ini pas ditanya kapan mau pindahan...?
Selalu mencari alasan 
Ohh sedang penelitian..
Oh jadi panitia yudis..
Masih ngurus surat iship
Dan hal lainnya...

Terus memikirkan kapankah moment yang tepat untuk berpisah?
Ahh sepertinya minggu depan..eh atau bulan depan ajalah..dan terus berlanjut hingga kurang lebih 5 bulan mencari hari dan tanggal yang tepat untuk berpisah..

Sampai pada hari 
satu persatu memutuskan untuk pergi, tangis pecah pertiap moment nya, padahal sudah dipersiapkan sedemikian mungkin perpisahan itu..

Sampai pada akhirnya aku mengerti ternyata "kita" tidaklah mencari moment yang tepat untuk berpisah, namun mencari alasan untuk terus bersama

Awalnya aku mengira hanya aku, namun ternyata "kita" sama sama mencari dan terus mencari alasan agar terus bersama, saling mengulur waktu, mencari banyak alasan-alasan, agar waktu berpisah bisa sedikit terundur, dan rasa kehilangan tidak begitu berat

Tapi.. perpisahan tetaplah perpisahan, manusia akan terus berganti, namun semoga hati kita akan terus terikat, jarak akan bisa menjauh dan mendekat, semoga ikatannya terus kencang dan erat

Teruntuk manusia-manusia yang aku singgahi hidupnya selama di sumbar, syukron jazakumullah segala pengalaman dan kenangan, pilihan yang masih sangan aku syukuri sampai hari ini adalah, sempat singgah di ranah ini, ranah yang melahirkan banyak pahlawan, ulama, serta cendekiawan hebat lainnya

Kamis, 11 Januari 2024

Kode Allah

--

Jika sudah pada lingkungan kebaikan
Dipertemukan dengan teman2 yang shalih dan taat, di jaga dengan pengaturan terbaik menurut Islam, sarana dakwah yang banyak, fasilitas dakwah yang sangat memadai, namun diri ini yang masih saja tak menyadari dan bertanya “dimanakah hidayah Allah?”
Lalu diri ini yang terus menyalahkan keadaan serta kondisi dan mempertanyakan “kapan Allah selamatkan aku dari kemaksiatan?”
Sedang diri tidak juga berubah, tidak jua mencari cahaya, dan membiarkan diri dalam keporak-porandaan

Jika sudah bersama orang shalih pun kita masih melakukan maksiat, lalu dengan cara apa lagi Allah menyelamatkanmu

Allah menyelamatkan hambanya berkali-kali dalam satu hari
Allah memberi sinyal yang teramat kuat kepadamu agar engkau menangkap sinyalNya dan beralih pergi meninggalkan keburukan dan berlari ke arah kebaikan
Allah berkali-kali menunggu mu
Allah berkali-kali menanti mu 
Namun kamu masih saja diam seakan tak ada yang memberitahumu
Lalu dengan apa lagi hidayah ini bisa tampak dimatamu agar engkau tersadar betapa cinta rahman dan rahim nya Allah pada mu “HambaNya”

Maka sebenarnya yang perlu mencari kebenaran adalah kita yang membutuhkannya
Pencarian ini tidak akan pernah selesai
Hidayah itu sungguh luas, maka carilah sebanyak2nya
Engkau teramat malas lari dari keburukan
Engkau terlalu nyaman dalam kemaksiatan
Kapankan diri ini bisa berubah, jika engkau sendiri selalu mengabaikan setiap kode dan ajakan..

Memantau besti

mari kita pantai bagaimana kehidupan bestii yang satu ini ... dengan segala tulisannya yang menyegarkan dengan tulisannya yang selelau memot...