Minggu, 28 Juni 2020

Pilihan yang tidak bisa dipilih

--

mulai berfikir tentang pilihan..

ada hal yang bisa kita pilih dan ada hal yang membuat pilihan pun tidak seperti pilihan..
bukan karna tidak ada pilihan, tapi karna pilihan yang disajikan tidak terlihat seperti sebuah pilihan...

seperti ,
Muslim india, memilih melarikan diri .
bagi mereka melarikan diri adalah satu2 nya pilihan,
karna diam berarti mati.

muslim ugyur, memilih di penjara adalah satu2 nya pilihan yang mereka punya, karna jika mereka tidak dipenjara, sama saja mereka menyerah dengan agama nya, dan mengikuti agama penguasa.

muslim palestina, menjadi pemberontak di mata dunia adalah satu2 nya pilihan bagi mereka, menyerang dan melawan adalah hal yang masih bisa mereka pilih, mati pada saat melawan pun adalah pilihan yang tidak asing bagi mereka, karna ketika mereka memilih diam dan mau berkompromi pada yahudi, maka tanah ummat islam pun harus rela mereka tinggalkan .

dan akhirnya.... mereka memilih untuk melawan
mereka memilih  jalan yang dianggap pemberontakan
mereka memilih jalan yang sangat menyakitkan dan penuh pengorbanan..
tapi ketahuilah sungguh!!! hanya itu lah satu2 nya pilihan bagi mereka,
karna kematian di peperangan pun indah bagi mereka
karna impian menggapai syurga pun terwujudkan...

dan hari ini,  muslim rohingia, berlayar terombang ambing, kelaparan yang semakain mengikat, hingga kematian2 di kapal karna kurang nya asupan makanan pun menjadi pilihan bagi mereka,
terusir dari tanah milik mereka sendiri adalah cerita yang pilu, hingga memilih pergi adalah satu2 nya pilihan,
singgah ke negara2 , ke pulau2, ke kota2, mereka jalani,
dan penolakan2 serta usiran2 pun mereka terima lagi...,
tapi apakah kita tidak berfikir..?
jika mereka mempunya pilihan untuk menetap di negara mereka , pasti mereka akan menetap,
jika negara mereka aman pasti mereka tidak akan memohon untuk menumpang......

cobalah berfikir..
ternyata apa yang mereka lakukan adalah satu2 nya pilihan yang mereka punya dan bisa mereka pilih, atau itu adalah pilihan terakhir bagi mereka...

maka kita sebagai ummat muslim hari ini, yang suka menghakimi, suka menyalahkan, dan memilih tidak peduli
apakah kita layak dibilang saudara seiman ?
apakah kita layak menjadi sahabat2 syurga bagi mereka ?

jangan kan membantu dengan harta dan kekuatan,
Do'a pun lupa kita panjatkan
jangan kan harus berkorban,
sekedar menerima mereka pun kita enggan ?

hari ini aku terharu dengan rakyat aceh, yang menerima muslim rohingiya dengan dada yang lapang, mereka berkata
 " jika pemerintah tidak membolehkan muslim rohingiya untuk menepi kedaratan aceh, maka penduduk aceh yang akan menjemput pengungsi rohongiya ke lautan "
sungguh ucapan dari manusia2 yang mencintai persaudaraan.
sungguh mereka mencintai muslim itu karna Allah,

dan kata2 lain yang membuat ku ter renyuh lagi hari ini
"kami rakyat aceh, sanggup memberi mereka makan, kami akan memasak untuk mereka ,jika muslim rohingia di tempat atau negara2 lain tidak di terima, maka aceh akan selalu menerima mereka "

cusssss, sungguh hati ku luluh karna perkataan nya,
sungguh aku tertampar karna keserakahan ku,
sungguh hatiku tertusuk karna aku menyadari,
seberapa tak peka nya aku,
seberapa tak peduli nya aku,
dan seberapa rendah nya keimanan ku....

maka hari ini , aku menuliskan ini dengan hati yang sesak dan jiwa yang merasa bersalah, aku ingin semoga tulisan2 ku ini dibaca oleh KITA yang kurang peka, dan KITA yang hati nya masih tertutupi debu hitam tebal, yang membuat kita tak bisa mencintai saudara2 kita dengan cinta setinggi2 nya...


aku dedikasikan tulisan ini, untuk AKU yang sempat lupa...

Kondisi


keadaan baik tidak selamanya nyaman, dan keadaan buruk tidak lah selama nya akan menyakitkan..

kondisi Rasulullah pun pada awal nya tidak dalam kondisi baik dan benar2 nyaman, malahan Rasulullah ditimpa dengan rasa sakit serta kesulitan, hinaan2 serta permusuhan pun beliau rasakan, tapi.. apakah hal itu membuat beliu terlihat buruk ?
jawaban nya  : tidak
justru hal itu yang membuat beliau semakin kuat dan terlahir menjadi pribadi yang istimewa, yang mengganggap segala kesulitan itu adalah kenikmatan dalam berIslam, dan nikmat dalam berdakwah..

bilal bin Rabbah pun demikian, batu yang panas itu menjadikan keimanan beliau begitu indah, bahkan terompa nya pun sudah terdengar di Syurga, padahal kondisi beliau hanya seorang budak yang di pandang sebelah mata..

dan begitu juga dengan sayyidah Khadijjah, harta yang bergelimang, paras yang cantik, menjadi saudagar kaya, sungguh tidak berarti apa2,  karna semua nya beliau korbankan untuk Islam dan dakwah suami nya, beliau memilih terjun ke kondisi sulit, beliau memilih kesakitan dan kemiskinan hingga kehilangan semua kekayaan demi berIslam, namun apakah kondisi itu membuat beliau menyesal ?
sungguh tidak... bahkan hal itu yang membuat beliau menjadi sungguh bahagia, karna  mengorban kan semua nya demi dakwah ini, beliau korbankan semua nya untuk menyokong dakwah suami tercinta, karna beliau sangat menginginkan syurga .
bahkan beliau berpesan, jika harta dan apa yang beliau punya sudah tidak ada, maka jadikanlah tulang belulang nya sebagai jembatan untuk menyebrang demi menSyiarkan Islam..
sungguh cerita yang sangat luar biasa, dari seseorang yang mulia , beliau lah Sayyidah khadijjah.

begitu lah kondisi orang2 pendahulu, kondisi buruk dan menyakitkan itu tidak semata2 membuat mereka terpuruk hingga menjadi pribadi yang buruk, justru hal itu yang membuat mereka menjadi pribadi2 yang di rindukan syurga serta menjadi percontohan oleh ummat akhir zaman...
mengapa tidak ?
karna mereka sungguh berbahagia karna keImanan di hatinya..

Memantau besti

mari kita pantai bagaimana kehidupan bestii yang satu ini ... dengan segala tulisannya yang menyegarkan dengan tulisannya yang selelau memot...