Sabtu, 22 Juli 2023

Pemecatan Khalid bin Walid

--

Mari kita bercerita tentang dipecatnya Khalid bin Walid

Siapa yang tidak kenal dengan Khalid bin Walid ?
pria gagah perkasa dengan segala kehebatannya..

siapa yang teka kenal ia..
yang para musuh saja sangat menyeganinya
perang demi perang beliau lewati dengan kemenangan

Kekalahan ?
belum pernah beliau rasakan

siapa yang tidak kenal ia
seorang yang diberi gelar Saifullah Al-maslul
Pedang Allah yang Terhunus

yaa begitulah sosok Khalid bin Walid, yang jika kita bayangkan pada hari ini
apakah ada sosok panglima segagah beliau ?
seberani beliau ?

apakah ada ?
seseorang yang hidup dan matinya ia habiskan dalam medan jihad
bahkan peperangan itu sendiri adalah Passion bagi beliau..
bisakah kita bayangkan ?
bagaimana girah dan semangat beliau atas agama ini ?

Sungguh tak bisa kita bandingkan dan kita ragukan lagi
beliau lah Khalid bin Walaid Pedang Allah yang Terhunus

Namun kenapa kita mendapatkan kabar bahwa beliau di pecat ?
beliau diberhentikan oleh khalifah ?

Suatu ketika, saat strategi perang melawan Byzantium atau Romawi Timur sedang disusun
sesaat itulah surat perintah pemecatan Khalid bin Walid sampai pada beliau...
kondisi sangat genting
peperangan akan segera diluncurkan...
namun perintah pemecatan baru beliau terima
dan jabatan beliau diminta berikan kepada Abdullah bin Ubaid

Khalid menyikapi surat itu dengan mendiamkannya sebentar dan melanjutkan diskusi pembuatan strategi perang
mengapa demikian ?
karena ketika perintah itu langsung beliau kabarkan, maka akan memunculkan kekacauan
setelah menyelesaikan penyusunan strategi beliau menyerahkan jabatan nya ke Abdullah bin Ubaid
dan menahan rasa penasarannya didalam hati..

Apakah sedih ?
bagaimana mungkin tidak
Hati beliau remuk dan bertanya-tanya
kesalahan apa yang beliau lakukan sehingga khalifah Umar bin Khattab memecatnya?

Seusai mundurnya Khalid, Ia kemudian kembali ke Madinah untuk melapor kepada khalifah bahwa perintahnya sudah dilaksanakan, dan beliau meminta penjelasan atau pemberhentian ini ...

dibalik itu semua hati Sang Pedang Allah itu gundah gulana memikirkan segala bentuk alasan yang menyebabkan pemecatannya..
Apakah karena ketidak kompetenan nya beliau ?
atau karena dosa yang beliau lakukan ?
evaluasi-evaluasi terus beliau lakukan
beliau sangat mengetahui beliau memiliki kelemahan dalam administrasi dan pembukuan, namun beliau tidak pernah keliru dalam perhitungan-perhitungan keuangan dana perjuangan
lalu... apakah alasannya?

Lalu Khalifah Umar bin Khattab berkata
" bukan itu maslahnya wahai Khalid, itu persoalan yang bisa dimaafkan" namun
Sebagai Khalifah aku bertanggung jawab atas AKIDAH ummat.
Engkau adalah pahlawab perkasa yang sangat luar biasa yang tak dapat dikalahkan  disetiap medan perang. Menjadi seorang panglima, engkaulah panglima terbaik..
namun wahai Khalid hal itu membuat rakyat ku mulai menyanyikan lagu pujian atasmu, menyebut-nyebut terus namamu, bahkan mengAgungkanmu, dan tidak lagi memuji Allah
Aku khawatir ini semua akan menghancurkan AKIDAh mereka wahai Khalid

Sebagai Khalifah aku harus membuktikan kepada seluruh umat, bahwa semata aku sebagai hamba Allah aku bisa memecat seorang Khalid bin Walid.

Setelah menerima penjelasan itu...
kira-kira bagaimana persaan Khalid bin walid?
apakah kecewa ?
apakah merasa dikhianati ?
apakah merasa direndahkan ?
jawabannya TIDAK

Seorang mantan panglima itu, mengeratkan lagi tali pinggangnya
mengokohkan lagi baju perangnya
bersiap menunggangi kuda dan berlari kembali kemedan perang
namun kondisinya berbeda, beliau kembali bukan sebagai panglima namun  sebagai prajurit biasa..

disaat yang sama orang-orang terheran-heran melihatnya, serta bertanya tanya 
mengapa setelah dipecat Khalid masih mau terjun ke medan perang, dan hanya menjadi prajurit ?
lalu Khalid bin Walid berseru 

" Aku bertempur dan berjuang bukan karena Khalifah Umar, 
Akan tetapi aku berjuang karena Allah semata !"

jadi..
Begitulah ternyata..
Ekspresi dan manifestasi dari ruh tauhid yang ada pada KHALID BIN WALID
Berjihad yang beliau lakukan benar-benar semata-mata karena Allah
Hanya karena ALLAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memantau besti

mari kita pantai bagaimana kehidupan bestii yang satu ini ... dengan segala tulisannya yang menyegarkan dengan tulisannya yang selelau memot...