Sejak kapan kita menjadi seperti ini
abai pada jalan dakwah..
sejak kaman kita perlahan mulai mengabaikan jalan ini
mulai menganggap remeh
mulai tidak seserius itu
atau bahkan hanya menjadi selingan
pengabaian-pengabaian kita lakukan
kita perlihatkan
pada jalan ini
Wahai sahabat...
Sungguh apakah engkau tidak takut ?
Apakah engkau menginginkan kehancuran ?
Bagaimana ini, wahai sahabat..
Aku takut
aku takut akan kemunduran bahkan kehancuran pada jalan ini
sungguh sahabat, para pendahulumu benar-benar berat memperjuangkan jalan ini
mereka bertangis-tangis, bertumpahan darah untuk sampai pada hari ini
hari dimana islam terasa indah
dakwah terasa nyaman..
Namun kini...
perlahan rasanya, hal ini engkau hancurkan harapannya
Engkau perlahan menepi dan pergi
engkau saling memberatkan beban bukan meringankan
engkau saling beroporan amanah, sedang engkau ingin istirahat
semua orang ingin menjadi yang paling tidak berkontribusi
padahal kontribusi mu saja sebenarnya sangat minim
bagaimana ini sahabat ?
apakah kita benar-benar lemah ?
apakah kita benar-benar sudah tidak peduli lagi ?
apakah benar kita sudah ingin meinggalkan jalan ini ?
Wahai sahabat ?
apakah jiwa mu tidak tersakiti ?
apakah hati mu tidak bergetar ketakutan ?
apakah ruh mu tidak menangis?
dengan keadaan dakwah hari ini ?
sungguh kemunduran dijalan dakwah adalah hasil dari apa yg kita lakukan
jika kita abai
jika kita tidak peduli
jika kita bermalas-malasan
jika kita tidak meningkatkan militansi
jika kita tidak ingin menanggung beban
tidak ingin bersegera dalam amanah
Maka....
sungguh kehancuran itu sangat dekat..
Maka jangan salahkan jika penderitaan itu engkau saksikan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar