Minggu, 15 Oktober 2023

Nasehat temen lama

--
okayy, Bismillah mari kita coba nulis dan rangkum beberapa nasehat belakangan ini yang kita dapat, baik dari temen, sahabat, guru, ataupun keluarga, bahkan bang abang gojek sekalipun, karna pada dasarnya nasehat itu bisa dari siapapun..
permisi yaa temen-temen, kali ini kita bicara itu itu lagii, setelah beberapa tulisan terakhir lumayan berat, sekarang kita urai agar bisa menjadi agak ringan heheheh, " agak" ya gaiss xixixiixi

beberapa waktu lalu fa ketemu sama temen-temen lama, dan disitulah sesi curhat-nasehat ini dimulai...
dulu banget pas di Aliyah fa sering minta nasehat sama temen-temen, kayak tiba-tiba ke kamar 1o atau kamar 15 atau kamar lainnya lahh, sambil merengek bilang " gaisss fa butuh nasehat :((, gaiss tolong kasih bantuan:((, gaiss pliss sadarkan fa.." dan bla bla bla lainnya, terkadang sambil nangis, terkadang dalam kondisi menggebu-gebu atau kesel se sekesel-kesel nya..
dan Alhamdulillah selalu ada temen yang kasih nasehat bukan ngejudge, ngasih usulan solusi bukan diskriminasi, yang pasti mengayomi banget deh..

A : yaaa gimana ya faa, karna kita kan juga ga tau yaa jalan kita kedepannya gimana, jadi mari kita tunggutakdir-takdir indah itu bertemu dengan kita, dan kita mempersiapkan diri dalam kondisi terbaik meneriman takdir-takdir yang sudah Allah tetapkan
B : yaa kamu pasti tau lah fa, hal seperti apa yang kamu butuhin dan hal seperti apa yang bisa kamu toleransi, buat dapetin semuanya mahh susah yaa fa, namun Allah pasti tau banget ya cukup buat kamu..
C : udah ga zamannya kita lagi ga sih buat main-main, khalwat dan ikhtilat dimana-mana, aku rasa urfa paham ini kan yaaa..
D : akhirnya semua ini tentang seberapa besar rasa syukur yang kita dapatkan setelah takdir itu menemui kita
E : faaa ini bukunya bagus lohhh, sambil nunjuk " siapakah jodoh saya ", sini fa difotoin kamunya, wkwkkwkwkwk ( fa : plisss beb :)))
F : ih gapapa tau faa, kan ikhtiar yakk..

dan lain-lainnya..
 

Sabtu, 14 Oktober 2023

Berdakwah dengan segala tantangannya...

--
Berdakwah dengan segala tantangannya...
sudah kurang lebih 5-10 tahun ini belajar berdakwah 
dimulai dari mad'u, sampai InsyaaAllaah menjadi da'i
dakwah dengan segala medan dakwahnya, dengan segala rintangan dan a i u e o nyaa

dakwah dengan segala tantangannya ini, benar-benar banyak cerita di sepanjang jalannya
punya kesempatan belajar sebanyak2nya, kesempatan belajar yang dimulai dari belajar menjadi pribadi yang baik, hingga targetan mengusahakan kebaikan.
Belajar bagaimana menahan diri, belajar memberikan lebih banyak, belajar melapangkan hati dan dada.

dimulai dari menahan diri, dalam proses dakwah ini ternyata kita dituntut lebih banyak menahan diri
menahan diri dari segala nafsu yang menggiurkan, sekecil menahan diri terlalu bahagia, terlalu sedih, hingga terlalu bersemangat. dalam proses ini "Istighfar" adalah senjata utama dalam menjalani nya. Pada setiap nafsu yang terus menggebu, ada iman yang menahan agar tak meluap, ada iman yang terus berkata " tahan, kamu seorang da'i "
begitulah proses menahan diri 

Selanjutnya belajar memberikan lebih banyak 
pada proses berdakwah ini, aku benar-benar belajar bagaimana arti kata "kerelaan"
bagaimana dakwah itu bisa menyentuh hati-hati kita, salah satunya adalah tekhnik memberi lebih banyak..., karna dalam berdakwah kata memberi itu addalah sangat indah...
bahkan nanti ketika kita sudah dalam tahap sudah mahir dalam pelajaran memberi lebih banyak, maka diri seorang dai terus menggebu untuk terus memberikan hal terbaik sebanyak-banyaknya pada orang lain, jiwa seorang dai itu terus bersemangat, fikirannya terus memikirkan, apa lagi yang harus ia berikan ?, apalagi yang dakwah ini butuhkan ?, hal apa lagi, baik harta, tenaga, waktu, jabatan dan lainnya yang bisa ia korbankan untuk dakwah ini..
begitulah kecintaan dai pada dakwah ini
begitulah jiwa dan perasaan dai terhaddap dakwah
ia tidak merasa berkurang atau terkurangi dengan memberi, tapi ia merasa bertambah
ia merasa semakin terisi dan berisi, semakin banyak memberi semakin banyak ia terisi
begitulah konsem memberi sebanyak-banyaknya dalam dakwah ini.

Selanjutnya, melapangkan hati selapang-lapangnya
beginilah hasil dan nasib dari hati seorang dai
seorang dai sudah seharus dan semestinya memiliki hati yang lapang dan jiwa yang ridha
melapangkan dada bukan berarti menghilangkan segala banyak masalah, namun kita memberi ruang untuk menyelesaikannya.
seorang dai tidak meminta beban ini di kurangi, tiak meminta ujian ini dihilangkan, namun ia meminta hati yang lapang, karna seorang sangat mengetahui beban ini, ujian ini, masalah yang ia dapatkan ini, adalah jalan jihadnya dalam berdakwah, ia sangat memahami Allah sedang memberikan kesempatan jihad pada dirinya, ia mengetahui segala beban ini harus ia tanggung dan ini sangat tidak seberapa jika dibandingkan beban tantangan orang sebelum kita...
maka bagaimana mungkin seorang da'i meminta bebannya dikurangi ? sedang ia tau bagaimana pahala dakwah setelahnya..

begitulah proses berdakwah ini
sungguh banyak lagi, yang mungkin tidak bisa dituliskan dalam kesempatan kali ini
semoga ada waktu untuk menuliskannya dilain waktu
Wallahu a'lam semoga Allah beri ampunan dan keridhaan...

Rabu, 04 Oktober 2023

Jangan terburu-buru dalam kaderisasi

--

Kebutuhan jamaah, keterbutuhan dakwah serta regenerasi memang sangat diperlukan
dan hal ini menjadi sangat penting dan patut dilakukan..
sama halnya dengan para pemimpin yang mengharapkan kader selanjutnya lebih baik dibandingkan dia
sebagaimana panglima menyiapkan panglima baru yang lebih kuat dan tangguh
sebagaimana sekecil komandan angkot mempersiapkan knek terbaik..
begitulah kaderisasi

Maka mengingat pentingnya hal ini menyebabkan kaderisasi harus dipersiapkan dengan matang
dan, jangan terburu-buru, jangan gegabah, dan jangan terlampau emosional
girah dan seangat itu sangat baik, namun harus bersama dengan iman dan ketenangan
terburu-buru nya mengkaderisasi akan menimbulkan masalah baru dalam kualitas kader
terburu-buru dalam upgrade dan pengkaderan, akan memunculkan kader yang terlewatkan
kader yang melewatkan part kaderisasi
karna pengenalkan, pembelajaran, penambahan pemahaman dan selanjutnya pelaksanaan adalah tahap dari kaderisasi yang harus dijalani dan tidak boleh terlewatkan, karna melewatkan 1 fase saja menyebabkan ketidakpahaman terhadap pergerakan, melewatinya sama dengan menunda atau menyingkirkan pemahaman, maka jangan salahkan jika kita mendapatkan kader yang lemah dan kurang atau bahkan tidak  militan...
inilah kesalahan kita dalam kaderisasi.. " terburu-buru"

Mempercepat langkah agar kader tak hilang boleh, namun tidak melewatkannya
pengutan jiwa, ruh, pemahaman serta akidah adalah hal yang perlu di rangkaikan menjadi satu kesatuan

Maka dari itu bisa kita lihat bagaimana sulitnya mengkaderisasi, betapa beratnya amanah ini, namun seorang pengkader tidak melihat bagaimana lelahnya, tidak melihat betapa sulit dan memuakkannya, karna seorang pengkader akan melihat ini sebagai jihad dalam dakwah...
berhentinya kaderisasi akan menghentikan dakwah
berhentinya kaderisasi akan menimbulkan maasalah
karna dari itu part kaderisasi inilah, part yang rodanya terus berputar dan harus selalu dikayuh, agar regenerasi dan kaderisasi bisa terus dilakukan
hal ini menjadi kewajiban kita sebagai dai, menjadi kewajiban kita kepada yang hendak berjihad
maka istirahat bukanlah pilihan dalam berdakwah, teringat perkataan seseorang
" tidak ada istirahat bersama jihad"

Memantau besti

mari kita pantai bagaimana kehidupan bestii yang satu ini ... dengan segala tulisannya yang menyegarkan dengan tulisannya yang selelau memot...