Kebutuhan jamaah, keterbutuhan dakwah serta regenerasi memang sangat diperlukan
dan hal ini menjadi sangat penting dan patut dilakukan..
sama halnya dengan para pemimpin yang mengharapkan kader selanjutnya lebih baik dibandingkan dia
sebagaimana panglima menyiapkan panglima baru yang lebih kuat dan tangguh
sebagaimana sekecil komandan angkot mempersiapkan knek terbaik..
begitulah kaderisasi
Maka mengingat pentingnya hal ini menyebabkan kaderisasi harus dipersiapkan dengan matang
dan, jangan terburu-buru, jangan gegabah, dan jangan terlampau emosional
girah dan seangat itu sangat baik, namun harus bersama dengan iman dan ketenangan
terburu-buru nya mengkaderisasi akan menimbulkan masalah baru dalam kualitas kader
terburu-buru dalam upgrade dan pengkaderan, akan memunculkan kader yang terlewatkan
kader yang melewatkan part kaderisasi
karna pengenalkan, pembelajaran, penambahan pemahaman dan selanjutnya pelaksanaan adalah tahap dari kaderisasi yang harus dijalani dan tidak boleh terlewatkan, karna melewatkan 1 fase saja menyebabkan ketidakpahaman terhadap pergerakan, melewatinya sama dengan menunda atau menyingkirkan pemahaman, maka jangan salahkan jika kita mendapatkan kader yang lemah dan kurang atau bahkan tidak militan...
inilah kesalahan kita dalam kaderisasi.. " terburu-buru"
Mempercepat langkah agar kader tak hilang boleh, namun tidak melewatkannya
pengutan jiwa, ruh, pemahaman serta akidah adalah hal yang perlu di rangkaikan menjadi satu kesatuan
Maka dari itu bisa kita lihat bagaimana sulitnya mengkaderisasi, betapa beratnya amanah ini, namun seorang pengkader tidak melihat bagaimana lelahnya, tidak melihat betapa sulit dan memuakkannya, karna seorang pengkader akan melihat ini sebagai jihad dalam dakwah...
berhentinya kaderisasi akan menghentikan dakwah
berhentinya kaderisasi akan menimbulkan maasalah
karna dari itu part kaderisasi inilah, part yang rodanya terus berputar dan harus selalu dikayuh, agar regenerasi dan kaderisasi bisa terus dilakukan
hal ini menjadi kewajiban kita sebagai dai, menjadi kewajiban kita kepada yang hendak berjihad
maka istirahat bukanlah pilihan dalam berdakwah, teringat perkataan seseorang
" tidak ada istirahat bersama jihad"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar