Berdakwah dengan segala tantangannya...
sudah kurang lebih 5-10 tahun ini belajar berdakwah
dimulai dari mad'u, sampai InsyaaAllaah menjadi da'i
dakwah dengan segala medan dakwahnya, dengan segala rintangan dan a i u e o nyaa
dakwah dengan segala tantangannya ini, benar-benar banyak cerita di sepanjang jalannya
punya kesempatan belajar sebanyak2nya, kesempatan belajar yang dimulai dari belajar menjadi pribadi yang baik, hingga targetan mengusahakan kebaikan.
Belajar bagaimana menahan diri, belajar memberikan lebih banyak, belajar melapangkan hati dan dada.
dimulai dari menahan diri, dalam proses dakwah ini ternyata kita dituntut lebih banyak menahan diri
menahan diri dari segala nafsu yang menggiurkan, sekecil menahan diri terlalu bahagia, terlalu sedih, hingga terlalu bersemangat. dalam proses ini "Istighfar" adalah senjata utama dalam menjalani nya. Pada setiap nafsu yang terus menggebu, ada iman yang menahan agar tak meluap, ada iman yang terus berkata " tahan, kamu seorang da'i "
begitulah proses menahan diri
Selanjutnya belajar memberikan lebih banyak
pada proses berdakwah ini, aku benar-benar belajar bagaimana arti kata "kerelaan"
bagaimana dakwah itu bisa menyentuh hati-hati kita, salah satunya adalah tekhnik memberi lebih banyak..., karna dalam berdakwah kata memberi itu addalah sangat indah...
bahkan nanti ketika kita sudah dalam tahap sudah mahir dalam pelajaran memberi lebih banyak, maka diri seorang dai terus menggebu untuk terus memberikan hal terbaik sebanyak-banyaknya pada orang lain, jiwa seorang dai itu terus bersemangat, fikirannya terus memikirkan, apa lagi yang harus ia berikan ?, apalagi yang dakwah ini butuhkan ?, hal apa lagi, baik harta, tenaga, waktu, jabatan dan lainnya yang bisa ia korbankan untuk dakwah ini..
begitulah kecintaan dai pada dakwah ini
begitulah jiwa dan perasaan dai terhaddap dakwah
ia tidak merasa berkurang atau terkurangi dengan memberi, tapi ia merasa bertambah
ia merasa semakin terisi dan berisi, semakin banyak memberi semakin banyak ia terisi
begitulah konsem memberi sebanyak-banyaknya dalam dakwah ini.
Selanjutnya, melapangkan hati selapang-lapangnya
beginilah hasil dan nasib dari hati seorang dai
seorang dai sudah seharus dan semestinya memiliki hati yang lapang dan jiwa yang ridha
melapangkan dada bukan berarti menghilangkan segala banyak masalah, namun kita memberi ruang untuk menyelesaikannya.
seorang dai tidak meminta beban ini di kurangi, tiak meminta ujian ini dihilangkan, namun ia meminta hati yang lapang, karna seorang sangat mengetahui beban ini, ujian ini, masalah yang ia dapatkan ini, adalah jalan jihadnya dalam berdakwah, ia sangat memahami Allah sedang memberikan kesempatan jihad pada dirinya, ia mengetahui segala beban ini harus ia tanggung dan ini sangat tidak seberapa jika dibandingkan beban tantangan orang sebelum kita...
maka bagaimana mungkin seorang da'i meminta bebannya dikurangi ? sedang ia tau bagaimana pahala dakwah setelahnya..
begitulah proses berdakwah ini
sungguh banyak lagi, yang mungkin tidak bisa dituliskan dalam kesempatan kali ini
semoga ada waktu untuk menuliskannya dilain waktu
Wallahu a'lam semoga Allah beri ampunan dan keridhaan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar