Renungan hari ini..
Duluu bangett..
Ketika Para Quraisy itu berusaha menyampaikan keanehan kisah perjalanan Rasulullah dari Makkah ke Baitul Maqdis dengan tempo waktu yang sangat singkat. Mereka membumbui cerita itu dengan penuh ke anehan, ke ga percayaan, intimidasi, kejulitan dan ejekan.
Lalu mereka melaporkan ke Abu Bakar, niatnya ingin memperjelas bahwa ajaran Rasul itu salah
Mendengar berita itu, Abu Bakar tidak langsung membenarkan dan tidak pula mengingkari, ia justru bertanya
“Apakah Rasulullah benar berkata demikian?”
“Iya,” Jawab mereka.
“Jika Rasulullah berkata demikian, maka sungguh itu benar, dan aku membenarkannya”
Tanpa a e o e o dari beliau, sahabat mulia yang Allah dan Rasulnya pilih menjadi teman perjalanan itu…
yang beliau adalah
Si paling IYA, jika memang Rasul yg ngomong
Sipaling KUY kalo Rasul yang ajak
Sipaling SIYAP jika Rasul yang meminta
Ya begitulah sosok seorang sahabat mulia ini
Yang Hatinya dipenuhi keimanan
betapa yakinnya beliau.. bukankah sangat indah pemandangan ini
pemandangan Iman
Sungguh manis rasanya " Rasa Keyakinan" yang ada dihati Abu Bakar
Sahabat Mulia ini mengajarkan, bahwa begitulah iman..
Memang seperti itu
Hingga beliau sangat pantas mendapatkan gelar Ash-Siddiq...
لَوْ وُزِنَ إِيْمَانُ أَبِي بَكْرٍ بِإِيْمَانِ أَهْلِ الْأَرْضِ لَرَجَحَ إِيْمَانُ أَبِي بَكْرٍ
Jika keimanan abu bakar ditimbang dan dibandingkan keimanan seluruh penduduk bumi, maka keimanan beliau lebih unggul..
Ini “Seluruh penduduk bumi” lohhh
Bisa bayangkan kita dimana ??
Jauh banget ga sii
Tbl
Tbl
Tbl
Kita dah beribu-ribu kill dibanding Abu Bakar
Kita tu bener bener ga ada apa apa nya yaa
Ya Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar