Kamis, 28 Maret 2024

Kerasnya usaha

​di malam-malam sunyi perjuangan, hanya kita yang mengetahui seberapa dekat kita kepada Allah, seberapa besar harap kita, dan seberapa keras usaha kita

Pada pertengahan bulan yang menguras tenaga, saat barisan qiyamullail sudah berkurang, tilawah sudah mulai menyedikit, orang-orang sudah sibuk pada penyambutan hari raya dan pernak-perniknya, maka hanya diri ini yang mengetahui bagaimana harusnya sikap perjuangan ibadah, apakah ikut melemah, apakah ikut terbawa, apakah sudah mulai menyerah pada usaha-usaha ibadah, benar-benar hanya diri yang mengetahui harus bagaimana..

Pada kondisi seperti ini, memang benar cobaan akan kenikmatan sudah mulai berdatangan, jika kita goyah maka kita akan tumbang, padahal malam mulia akan segera datang, ini baru 10 kedua bulan ramadhan, jika di 10 kedua ini saja kita sudah seperti ini, bagaimana dengan 10 ketiga yang mulia nanti..

Maka, marilah kita bersama berjuang, mari sama sama terus menikmati kelelahan-kelelahan dalam perjuangan ibadah ini, mungkin tilawah kita sudah mulai berkurang karna rasa kantuk hingga ayat-ayat terasa berterbangan dan mengambang, mungkin kita tak terbangun lagi pada sepertiga malam karna letihnya hari dan padatnya aktivitas kita hingga melewatkan tahajud dan rangkaian shalat malam, mungkin sedekah kita sudah sangat sulit karna menipisnya harta kita atau alokasi dana untuk hal lainnya, dan cobaan kesulitan lainnya

Namun.. bukankah sangat nikmat kelelahan ini?

Dalam tiap ayat yang kamu perjuangkan untuk dibaca, tiap surah yang terlewati, tiap lembar juz yang berharga, ada pahala besar didalamnya, tiap harta yang kamu sedekahkan dengan perjuangan maka balasannya pahala, dan semua ini Allah balas berlipat-lipat, semakin besar tantangannya, percayalah Allah akan balas dengan balasan terbaik pula, ingatkah kita “ketika kita berjalan menuju Allah, Maka Allah akan berlari menghampiri kita” bayangkan jikapun kita tertatih sambil terseok-seok menuju Allah, Allah akan tetap menyambut kita lebih dari apa yang kita usahakan

Sungguh tak akan ada yang sia-sia

Maka jangan sesekali kita menyia-nyia kan kesempatan mulia ini, jangan sampai lengah, jangan sampai merelakan ramadhan melewati kita tanpa apa-apa


H- sepersekian lailatul qadr

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memantau besti

mari kita pantai bagaimana kehidupan bestii yang satu ini ... dengan segala tulisannya yang menyegarkan dengan tulisannya yang selelau memot...