Sepertinya kita butuh kondisi hati yang baik
Dan fikiran yang jernih untuk menghadapinya"
Kata2 ini tiba2 muncul dari mulut seorang teman baikku
Dan aku tiba2 tertegun dan termenung karnanya
Akhir2 ini aku dan diriku yang ambis ini
Benar2 merasa kelelahan
Mengahadapi perkuliahan yang padat walaupun daring
Menghadapi drama perskripsian dengan target tinggi agar cepat selesai
Bukan hanya itu , aku pun juga menghadapi hiruk pikuk organisasi
Rapat2, konsol2,raker2,upgrading2-an
Dan hal-hal lain yang benar2 menguras tenaga ku
Dan aku akhirnya sampai pada titik
Terjebak
Gak tau mau ngapain
Bingung
Kek orang apatis
Dan ngerasa gak maksimal
Padahal aku sudah menggunakan level keambisan ku di level tertinggi
Dan kalimat yang muncul dari mulut seorang teman itu benar2 membuat ku berfikir
" aku ni ngapainn sih?, aku kenapa?, emang aku mau nyari apa?, "
Dan aku menyadari
Semua targetan2 yang ku buat itu ternyata murni hanya untuk diriku
Murni untuk kepuasan ku
Lalu..
Apa yang aku berikan untuk tuhan ku ?
Aku menjalankan keambisan itu dengan sedikit demi sedikit
Mentoleransi waktu ibadah ku yg terpangkas
Waktu tilawah ku yang ku percepat dengan bacaan yang mungkin belum tentu benar, serta menurunkan targetan2 harianku
Lalu...
Aku berharap bisa menghadapi semua keambisan2 dunia ini?
Sungguh aku menyadari energi yang ku gunakan untuk mengahadinya ternyata hanya sisa2
Hanya sebagian2 waktu luang ku yang kuberikan untuk tuhan ku
Dan benar hatiku tidak dalam kondisi baik
Dan fikiran ku pun tidaklah cukup jernih untuk berfikir
Hingga aku pun menyadari sungguh dunia benar2 sudah membuat ku berpaling
Dan teringat sebuah perkataan orang sholeh
" amanah2 kita tu banyak,
amanah menuntut ilmu,
amanah organisasi,
amanah menjadi seorang da'i,
dan amanah2 lainnya
Apakah cukup amanah2 itu ditanggung dengan amalan yaumi yang berantakan serta dada yang tak terisi Iman?"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar