Rabu, 22 Mei 2024

Pertanyaan mengapa kita tak merasa tenang..

Adakalanya bukan rezeki Allah yang tertutup namun hati kita yang tak merasakannya, bukan nikmat Allah yang terputus, namun kita yang mengkufurinya, bukan juga karunia Allah yang tak sampai, tapi kita yang mendustakannya

Kegelisahan serta keresahan yang terus berkumpul itu berasal dari hati yang buruk, hati yang tak kondusif, hati yang mendustakan karunia, mengkufuri nikmat, dan mengabaikan hidayah

Akan terus merasa sesak dada orang-orang yang tak melepaskan diri dari perkara buruk, sedang hidayah terus berlimpah ruah namun diri tak kunjung mendapatkannya…


Begitulah hati yang sempit lagi sesak

Minggu, 12 Mei 2024

--
Bukankah bersabar ataupun bersyukur, keduanya membuahkan pahala?
lalu apa yang membuat kita teramat sering cemas, takut, hingga ragu ?

Bukankah pada setiap takdir yang Allah takdirkan semuanya sangatlah indah?
karena kaedah menghadapinya pun sudah Allah beri tahu kepada hambanya
" Ikhtiar dan tawakkal" adalah proses menjemput takdir, 
sedangkan "syukur dan sabar" adalah cara menghadapi takdir,
bahkan.. ketika semuanya kita lakukan akan membuahkan pahala serta kecintaan pada sang Pencipta

Bukankah sungguh manis apa-apa yang Allah ciptakkan dan Allah rencanakan untuk kita?
maka dengan alasan apalagi kita teramat ingin menyalahkan pencipta?, dengan alasan apalagi kita ingin mengadili sang Maha Adil, sedangkan pengadilan teradil addalah milikNya

Senin, 06 Mei 2024

Mitsaqan ghalizha

--
di dalam Al-Qur'an disebutkan 3 kali "Mitsaqan ghalizha"
yang bermakna perjanjian berat, hal ini menandakan bahwa kata-kata ini tidak dipakai pada sembarang tempat dan sembarang kondisi, hal ini digunakan untuk sesuatu yang berat dan sakral
1. Perjanjian antara Allah dengan para Rasul agar para Rasul teguh mengemban risalah Allah apapun yang terjadi, meski terdapat banyak penolakan, rintangan dan halangan, baik dari umat, penguasa dan keluarga sendiri
2. Perjanjian antara Allah dan Bani Israil : Hingga Ia angkat gunung Tursina diatas kepala mereka: bayangkan betapa seriusnya hal ini, dan betapa beratnya perjanjian ini
3. Perjanjian pernikahan atau yang kita tahu "Akad Nikah", perjanjian bukan hanya antara manusia, bukan hanya antara wali perempuan dan laki-laki, bukan hanya antara calon istri dan calon suami, perjanjian ini adalah perjanjian manusia terhadap sang Pencipta Allah SWT, maka Allah menyaksikan perjanjiad akad itu, Allah mengambil janji dari sepasang suami istri dalam ikatan pernikahan, maka perjanjian itu juga disebut "Mitsaqan ghalizha"


Senin, 29 April 2024

Pada hari dimana kita ingin kembali


Untuk masa-masa dengan girah yang menggebu-gebu

Pada waktu yang tiap dentuman detik helaan nafasnya berfikir untuk terus bersemangat

Pada teman juang yang semangatnya lelahnya punya frekuensi yang sama

Pada tiap tangis dengan kadar secukupnya, tiap kecewa dengan batas seadanya

Teruntuk moment yang selalu ingin terus dikenang, tak ingin lupa, tak akan lupa, bermunajat do untuk terulang, secercah harap agar kembali bersama, lantunan doa dalam gelapnya sepertiga

Bukankah kita sama-sama merindu?

Rabu, 24 April 2024

Hal yang kita tunggu dan menunggu kita

​di dunia ini ada hal-hal yang kita tunggu dan hal-hal yang menunggu kita

Pada dua perkara ini yang paling membuat kita cemas dan fokus adalah hal-hal yang kita tunggu, teruntuk hal-hal yang kita tunggu ini biasanya adalah harapan serta impian, hal baik yang biasanya kita nanti dan kita harapkan, entah itu rezeki, berita baik, dan lainnya

Sedangkan hal-hal yang menunggu kita ini banyak sekali ada hal baik dan ada takdir buruk, dan untuk perkra ini ada hal yang sudah sangat pasti penantian nya, sudah sangat pasti datangnya dan inilah hal yang menunggu kita, itulah “kematian”, kematian adalah suatu ketetapan pasti yang menunggu kita

Untuk dua perkara ini kita sering terfokus pada apa apa yang kita tunggu dan kita harapkan, kita sibuk mempersiapkannya, kita mencari informasi tentangnya, karna hal itu sangat kita tunggu dan kita nanti, fokus kita, cemas kita, perhatian kita semuanya menuju pada hal itu, padahal sebenarnya ketika kita sudah mengetahui, ada hal besar yang harus kita persiapkan, kita seharusnya lebih mencemaskan sesuatu yang menunggu kita, kita harus bersiap dan menyiapkan diri, agar pertemuan dengannya adalah pertemuan yang indah dan dalam kondisi terbaik yaitu kematian …


Setelah mengetahui ini kita akan lebih mengerti bahwa persiapan terbaik adalah persiapan menuju pencipta


Kamis, 28 Maret 2024

Kerasnya usaha

​di malam-malam sunyi perjuangan, hanya kita yang mengetahui seberapa dekat kita kepada Allah, seberapa besar harap kita, dan seberapa keras usaha kita

Pada pertengahan bulan yang menguras tenaga, saat barisan qiyamullail sudah berkurang, tilawah sudah mulai menyedikit, orang-orang sudah sibuk pada penyambutan hari raya dan pernak-perniknya, maka hanya diri ini yang mengetahui bagaimana harusnya sikap perjuangan ibadah, apakah ikut melemah, apakah ikut terbawa, apakah sudah mulai menyerah pada usaha-usaha ibadah, benar-benar hanya diri yang mengetahui harus bagaimana..

Pada kondisi seperti ini, memang benar cobaan akan kenikmatan sudah mulai berdatangan, jika kita goyah maka kita akan tumbang, padahal malam mulia akan segera datang, ini baru 10 kedua bulan ramadhan, jika di 10 kedua ini saja kita sudah seperti ini, bagaimana dengan 10 ketiga yang mulia nanti..

Maka, marilah kita bersama berjuang, mari sama sama terus menikmati kelelahan-kelelahan dalam perjuangan ibadah ini, mungkin tilawah kita sudah mulai berkurang karna rasa kantuk hingga ayat-ayat terasa berterbangan dan mengambang, mungkin kita tak terbangun lagi pada sepertiga malam karna letihnya hari dan padatnya aktivitas kita hingga melewatkan tahajud dan rangkaian shalat malam, mungkin sedekah kita sudah sangat sulit karna menipisnya harta kita atau alokasi dana untuk hal lainnya, dan cobaan kesulitan lainnya

Namun.. bukankah sangat nikmat kelelahan ini?

Dalam tiap ayat yang kamu perjuangkan untuk dibaca, tiap surah yang terlewati, tiap lembar juz yang berharga, ada pahala besar didalamnya, tiap harta yang kamu sedekahkan dengan perjuangan maka balasannya pahala, dan semua ini Allah balas berlipat-lipat, semakin besar tantangannya, percayalah Allah akan balas dengan balasan terbaik pula, ingatkah kita “ketika kita berjalan menuju Allah, Maka Allah akan berlari menghampiri kita” bayangkan jikapun kita tertatih sambil terseok-seok menuju Allah, Allah akan tetap menyambut kita lebih dari apa yang kita usahakan

Sungguh tak akan ada yang sia-sia

Maka jangan sesekali kita menyia-nyia kan kesempatan mulia ini, jangan sampai lengah, jangan sampai merelakan ramadhan melewati kita tanpa apa-apa


H- sepersekian lailatul qadr

Rabu, 27 Maret 2024

Ibadah terpanjang

​Ya Allah teruntuk ibadah terpanjang nantinya, sungguh aku sudah mempersiapkanya, maka bantu aku menjalankannya hanya karena Mu Ya Allah, yang perkara itu akan membuatku dekat padaMu, semakin tinggi syukurku, dan semakin dalam taat ku 

Memantau besti

mari kita pantai bagaimana kehidupan bestii yang satu ini ... dengan segala tulisannya yang menyegarkan dengan tulisannya yang selelau memot...