Pada tulisan fa kali ini bukan hanya masalah genetik
kebaikan yang akan dibahas bukan masalah genetik
namun ini persoalan pembinaan
Maka kebaikan seolah diturunkan..
pernah ga sih kita bergumam atau mungkin bercerita dengan temen kita
" ihh dia baik banget yaa, mirip sama ibu nya "
" dia tu orang nya mudah bersedekah, ayah nya juga gituu, makanya dia gitu juga"
" lihat tu ringan banget tangan nya untuk bantu orang, persis sama seperti ibu dan ayah nya dulu "
"dan, bla bla bla "
Yap seperti itulah maksudku "kebaikan yang diturunkan"
Maka kebaikan seolah diturunkan
tidaklah mutlak, namun menunjang
Kebaikan adalah hasil dari PEMBINAAN terbaik dari orang tua kita berikan
Maka kebaikan terlihat seperti diturunkan
Cara didik, asuk, asih, dan pembinaan
Setiap rencana yang direncanakan dalam proses pembinaan adalah jalan yang menjadikan kebaikan itu diturunkan
Kemiripan wajah, cara berjalan, warna kulit, bentuk gigi dan rambut
adalah hasil dari DNA genetik yang diturunkan
Namun..
Perilaku, sikap, akhlak, cara berfikir, cara menyelesaikan maasalah, dan kebiasaan yang dilakukan
diturunkan tanpa DNA, namun hasil dari proses panjang ikhtiar dari pembinaan yang orang tua kita peerjuangkan..
Maka begitulah " Kebaikan yang diturunkan"
wahai calon orang tua, rencanakanlah bagaimana anakmu nanti..
sosok seperti apa yang kamu harapkan darinya adalah hasil dari jerih payahmu pada hari ini..
kebaikan yang ia lakukan nanti, bisa jadi hasil dari pembiasaan dan pembinaan yang kamu ikhtiarkan
Maka, jadilah seorang pembina terbaik bagi anakmu kelak
karna bibit yang baik akan tumbuh baik jika dijaga, drawat, di bina dengan baik pula..
setelah kau lakukan itu
apapun hasilnya
maka akan terasa lega..
karna ke-Maksimal-an ikhtiar yang kamu lakukan..
- hari ini ketemu sama dosen, yang beliau addalah anak guru kami dahulu, kami kenal betul bagaimana ayahnya, kami tau betul betapa baik ayah nya, dan itu tergambar dari anaknya hari ini... "
dr. AK & dr. Erk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar