Selasa, 16 Januari 2024

Sampai titik kecukupan...

ketika menemui kata cukup maka berhentilah 
Cukup !!
ini yang kamu cari...

Pemimpin Indonesia

--
--
Untuk Indonesia

Teruntuk Indonesia negara yang kucintai...
aku sangat menginginkan Indonesia ini menjadi negara yang lebih baik kedepannya
aku ingin Indonesia ini dibangun dari rasa perjuangan dari tiap masing-masing warganya
untuk menciptakan ini semua kita membutuhkan komando besar
kita membutuhkan nahkoda yang kuat
kita membutuhkan pemimpin terbaik..

Pemimpin terbaik ialah pemimpin yang menempatkan dirinya dibawah Sang Maha Kuasa
pemimpin yang mencintai Tuhannya
yang sangat mengenal Sang Pencipta
pemimpin seperti itulah yang dapat kita amanahkan negara Indonesia ini
pemimpin seperti itulah yang dapat kita percaya untuk mempimpin Indonesia

sebagaimana pidato abu bakar dikala terpilih menjadi khalifah:

"Wahai manusia! Aku telah diangkat untuk mengendalikan urusanmu, padahal aku bukanlah orang yang terbaik di antaramu. Maka jikalau aku dapat menunaikan tugasku dengan baik, bantulah (ikutlah) aku, tetapi jika aku berlaku salah, maka luruskanlah! Orang yang kamu anggap kuat, aku pandang lemah sampai aku dapat mengambil hak dari padanya. Sedangkan orang yang kamu lihat lemah, aku pandang kuat sampai aku dapat mengembalikan haknya kepadanya. Maka hendakklah kamu taat kepadaku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya, namun bila mana aku tiada mematuhi Allah dan Rasul-Nya, kamu tidak perlu mematuhiku. Berdirilah (untuk) shalat, semoga rahmat Allah meliputi kamu"

Beginilah pemimpin...
untuk itu..
wahai para pendukung paslon masing-masing
pilihlah pemimpin dengan kriteria Allah...
lalu aku berpesan untuk para pendukung yang mendukung pilihan yang sama dengan ku
kita harus menyadari bahwa kemenangan besar ini lahir dari kemenangan-kemenangan kecil yang kita ciptakan, Allah akan meridhai kemenangan besar itu kita dapatkan jika hanya kita memenangkan Allah pula, mari kita satukan semangat kita, mari kita bersihkan lagi diri serta jiwa kita. mari sama berusaha untuk menang lagi atas keimanan kita, hingga kemenangan besar itu bisa kita raih
Pemimpin itu membutuhkan pendukung yang hatinya juga terpaut baik terhadap Allah
calon pemimpin kita membutuhkan ikhtiar terbaik serta doa ikhlas dari kita
Mulailah dari sini, maka kemenangan besar itu sungguh sedikitlagi sampai kepada kita dan Agama ini..

Ya Allah sebagaimana Engkau memenangkan perang badar, perang khandak, dan peperangan lainnya maka menangkanlah kami pada pemilu kali ini, kami sungguh merindukan pemimpin selayaknya nabi dan khalifah, namun kami sungguh banyak keterbatasan untuk itu, pilihkanlah pemimpin terbaik diantara kami, dengan sebanyak-banyaknya kebaikan, dan sedikit-dikitnya keburukan..
Ridhai lah perjungan ini Ya Allah...

Kemenangan besar

--
Sejatinya kemenangan besar itu lahir dari kemenangan-kemenangan kecil
kemenangan kecil ini merupakan buah kemenangan dari masing-masing Individu
dari individu-individu itu pula lahir kemenangan dalam dirinya yang mana nantinya akan menyiapkan kemenangan besar..

Kemenangan besar itu merupakan hasil dari individu yang memenangkan Iman atas dirinya
diri ini menang melawan nafsu
diri ini menang dalam istiqamah beribadah
menang dalam menjaga sunnah
menang dari godaan riba, zina, dan dosa lainnya
begitulah kemenangan kecil ini lahir dari masing2 individu yang nantinya kemenangan inilah yang tersusun menjadi kemenangan besar..

jika kita lihat pada perang badar
dengan sedikitnya jumlahnya maka kemenangan itu bisa mereka dapatkan
kenapa ?
karna para pasukannya lahir dari kemenangan akan imannya
mereka menjaga Imannya seproduktif mungkin, mengkokohkan girahnya agar tetap membara, menguatkan ibadahnya, tilawah, tahajud, serta sunnah lainnya..
para pasukan itu sebegitunya menjaga agar kemenangan besar itu lahir dari kemenangan kecil yang mereka ciptakan..

begitu juga cerita dibalik penakhlukan konstantinopel..
cerita dibalik itu bukan kebetulan menang
namun mereka sudah sangat mempersiapkan kemenangan besar itu..
tentaranya bukan hanya dilatih bagaimana taktik perang, penggunaan senjata, dan cara melawan..
namun mereka semua di tarbiyah ruhnya sedemikian rupa
pasukan itu tersusun dari sang penghafal Al-Qur'an, ahli hadist, serta ulama besar..
pasukan itu dibekali ruh ruh kemenangan..
karna mereka menyadari untuk kemenangan besar mereka perlu mempersiapkan mulai dari hal terkecil...

begitulah kemenangan besar itu dapat diraih
Hingga Allah, melalui para malaikat-Nya, terlibat langsung dalam pertempuran besar itu.
Allah lah yang menambah kekuatan pasukan
karna kekuatan itu akan bertambah dengan keoptimisan serta keimanan
namun kelemahan serta keraguan akan menyedikitkan jumlah barisan dan penyebab kekalahan..

Mencari Alasan

--
Moment paling tepat untuk berpisah itu sebenarnya tidaklah ada...

2 3 4 5 bulan ini pas ditanya kapan mau pindahan...?
Selalu mencari alasan 
Ohh sedang penelitian..
Oh jadi panitia yudis..
Masih ngurus surat iship
Dan hal lainnya...

Terus memikirkan kapankah moment yang tepat untuk berpisah?
Ahh sepertinya minggu depan..eh atau bulan depan ajalah..dan terus berlanjut hingga kurang lebih 5 bulan mencari hari dan tanggal yang tepat untuk berpisah..

Sampai pada hari 
satu persatu memutuskan untuk pergi, tangis pecah pertiap moment nya, padahal sudah dipersiapkan sedemikian mungkin perpisahan itu..

Sampai pada akhirnya aku mengerti ternyata "kita" tidaklah mencari moment yang tepat untuk berpisah, namun mencari alasan untuk terus bersama

Awalnya aku mengira hanya aku, namun ternyata "kita" sama sama mencari dan terus mencari alasan agar terus bersama, saling mengulur waktu, mencari banyak alasan-alasan, agar waktu berpisah bisa sedikit terundur, dan rasa kehilangan tidak begitu berat

Tapi.. perpisahan tetaplah perpisahan, manusia akan terus berganti, namun semoga hati kita akan terus terikat, jarak akan bisa menjauh dan mendekat, semoga ikatannya terus kencang dan erat

Teruntuk manusia-manusia yang aku singgahi hidupnya selama di sumbar, syukron jazakumullah segala pengalaman dan kenangan, pilihan yang masih sangan aku syukuri sampai hari ini adalah, sempat singgah di ranah ini, ranah yang melahirkan banyak pahlawan, ulama, serta cendekiawan hebat lainnya

Kamis, 11 Januari 2024

Kode Allah

--

Jika sudah pada lingkungan kebaikan
Dipertemukan dengan teman2 yang shalih dan taat, di jaga dengan pengaturan terbaik menurut Islam, sarana dakwah yang banyak, fasilitas dakwah yang sangat memadai, namun diri ini yang masih saja tak menyadari dan bertanya “dimanakah hidayah Allah?”
Lalu diri ini yang terus menyalahkan keadaan serta kondisi dan mempertanyakan “kapan Allah selamatkan aku dari kemaksiatan?”
Sedang diri tidak juga berubah, tidak jua mencari cahaya, dan membiarkan diri dalam keporak-porandaan

Jika sudah bersama orang shalih pun kita masih melakukan maksiat, lalu dengan cara apa lagi Allah menyelamatkanmu

Allah menyelamatkan hambanya berkali-kali dalam satu hari
Allah memberi sinyal yang teramat kuat kepadamu agar engkau menangkap sinyalNya dan beralih pergi meninggalkan keburukan dan berlari ke arah kebaikan
Allah berkali-kali menunggu mu
Allah berkali-kali menanti mu 
Namun kamu masih saja diam seakan tak ada yang memberitahumu
Lalu dengan apa lagi hidayah ini bisa tampak dimatamu agar engkau tersadar betapa cinta rahman dan rahim nya Allah pada mu “HambaNya”

Maka sebenarnya yang perlu mencari kebenaran adalah kita yang membutuhkannya
Pencarian ini tidak akan pernah selesai
Hidayah itu sungguh luas, maka carilah sebanyak2nya
Engkau teramat malas lari dari keburukan
Engkau terlalu nyaman dalam kemaksiatan
Kapankan diri ini bisa berubah, jika engkau sendiri selalu mengabaikan setiap kode dan ajakan..

Sabtu, 09 Desember 2023

Harus dengan apa lagi ?

--
Jika sudah pada lingkungan kebaikan
Dipertemukan dengan teman2 yang shalih dan taat, 
di jaga dengan pengaturan terbaik menurut Islam, 
sarana dakwah yang banyak, 
fasilitas dakwah yang sangat memadai, 
namun diri ini yang masih saja tak menyadari dan bertanya “dimanakah hidayah Allah?”

Lalu diri ini yang terus menyalahkan keadaan serta kondisi dan mempertanyakan “kapan Allah selamatkan aku dari kemaksiatan?”
Sedang diri tidak juga berubah, tidak jua mencari cahaya, dan membiarkan diri dalam keporak-porandaan

Jika sudah bersama orang shalih pun kita masih melakukan maksiat, lalu dengan cara apa lagi Allah menyelamatkanmu

Allah menyelamatkan hambanya berkali-kali dalam satu hari
Allah memberi sinyal yang teramat kuat kepadamu agar engkau menangkap sinyalNya dan beralih pergi meninggalkan keburukan dan berlari ke arah kebaikan
Allah berkali-kali menunggu mu
Allah berkali-kali menanti mu 
Namun kamu masih saja diam seakan tak ada yang memberitahumu
Lalu dengan apa lagi hidayah ini bisa tampak dimatamu agar engkau tersadar betapa cinta rahman dan rahim nya Allah pada mu “HambaNya”

Maka sebenarnya yang perlu mencari kebenaran adalah kita yang membutuhkannya
Pencarian ini tidak akan pernah selesai
Hidayah itu sungguh luas, maka carilah sebanyak2nya
Engkau teramat malas lari dari keburukan
Engkau terlalu nyaman dalam kemaksiatan
Kapankan diri ini bisa berubah, jika engkau sendiri selalu mengabaikan setiap kode dan ajakan..

Memantau besti

mari kita pantai bagaimana kehidupan bestii yang satu ini ... dengan segala tulisannya yang menyegarkan dengan tulisannya yang selelau memot...